Dentmas.id – Bersiaplah untuk kabar mengejutkan dari dunia teknologi! International Business Machines (IBM) secara resmi mengumumkan rencana pemangkasan jumlah karyawan dalam skala besar. Yang lebih mencengangkan, rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ini akan segera dieksekusi pada kuartal IV-2025 – kuartal yang sedang berjalan saat ini!
Skala PHK: Angka Resmi vs Hitungan Nyata

Lalu, berapa jumlah karyawan yang akan terdampak? Secara mengejutkan, IBM tidak memberikan angka pasti. Namun, pernyataan resmi perusahaan menyebutkan pemangkasan ini akan berdampak pada kurang dari 1% total pekerja.
Sebagai bukti, juru bicara IBM dengan tegas menyatakan, “Pada kuartal keempat, kami akan mengambil tindakan yang berdampak pada kurang dari satu digit dari pekerja global kami,” seperti dilaporkan CNBC.
Untuk gambaran nyata, mari kita tinjau laporan tahunan IBM. Pada akhir 2024, IBM mempekerjakan sekitar 270.000 orang di seluruh dunia. Kalkulasi sederhana menunjukkan PHK kuartal ini bisa memengaruhi sekitar 2.700 pekerja.
Bayangkan – ribuan keluarga menghadapi ketidakpastian dalam hitungan kuartal!
Strategi Besar IBM: Fokus pada AI dan Cloud
Di balik keputusan drastis ini tersembunyi strategi besar IBM. Perusahaan telah gencar merampingkan operasi sambil mencari cara meningkatkan produktivitas melalui implementasi AI.
Transformasi ini tidak lepas dari peran CEO Arvind Krishna. Sejak memimpin pada 2020, dia mengarahkan IBM ke bisnis pertumbuhan tinggi, khususnya komputasi cloud dan AI.
Hasil Nyata: Pesanan AI Tembus Rp 158 Triliun!
Hasilnya sudah terlihat jelas. Pesanan konsultasi dan software AI melonjak signifikan di kuartal III-2025, mencapai angka fantastis $9,5 miliar (sekitar Rp 158 triliun)!
Lonjakan ini semakin meyakinkan pimpinan perusahaan tentang arah strategis mereka. Juru bicara menegaskan, PHK diperlukan untuk menyelaraskan komposisi karyawan dengan tuntutan pasar yang dinamis, terutama di tengah pertumbuhan pasar AI.
“Kami secara rutin meninjau tenaga kerja dari perspektif ini dan terkadang melakukan penyeimbangan ulang,” jelasnya. Intinya, penyesuaian ini dianggap crucial untuk menjaga relevansi.
Efek Domino: Amazon PHK 30.000 Karyawan!
Nasib buruk di dunia teknologi tidak berhenti di IBM. Amazon baru saja melakukan pemotongan lebih besar – hingga 30.000 karyawan! Gelombang PHK sepertinya tidak terhindarkan bagi raksasa teknologi.
Apa yang mendorong langkah ekstrem Amazon? Sumber internal mengungkapkan, upaya radikal ini bertujuan mengurangi pengeluaran dan perampingan struktural, sebagai akibat langsung dari perekrutan berlebihan selama pandemi.
Divisi Terdampak dan Skala Sebenarnya
Bagi yang penasaran dengan skalanya, PHK Amazon mencakup 10% dari karyawan korporat (sekitar 350.000 orang). Catat, ini tidak termasuk total tenaga kerja perusahaan yang mencapai 1,55 juta.
Bagi Amazon sendiri, ini merupakan gelombang PHK terbesar sejak 2022 ketika mereka memangkas 27.000 pekerjaan. Jelas, angka kali ini lebih besar dengan dampak yang lebih luas.
Gelombang PHK ini akan memengaruhi beberapa divisi kunci termasuk SDM (People Experience and Technology/PXT), tim operasi/perangkat/layanan, dan personel Amazon Web Services.
Para manajer yang menaungi divisi-divisi ini telah menerima pelatihan dari Amazon tentang cara berkomunikasi yang tepat dengan karyawan yang terdampak, terutama setelah email PHK didistribusikan.
Yang terakhir, sumber Fortune mengungkapkan fakta mengejutkan. Divisi PXT mengalami pemotongan terdalam. Namun, angka akhir masih bisa berubah seiring prioritas keuangan Amazon yang dinamis. Situasinya masih sangat cair dan bisa berubah kapan saja.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com










